Persahabatan.......
Aku mencintaimu... aku bersumpah setia padamu... aku ingin selalu bersamamu...
duhai... engkau yang selalu ada di hatiku. kuingin segera mewujudkan mimpiku.. memiliki seorang sahabat dalam sepanjang hidupku.
aku ingin menempatkan mu selalu dalam posisi sebagai sahabatku...
karena aku ingin mengisi kebersamaan dengan mu, dengan rasa senyaman mungkin... duka mu adalah duka ku... kebahagiaanmu adalah beribu syukurku... penantian mu adalah degub indah irama jantung ku... duhai sahabat hidupku... berkomunikasi dengan mu adalah anugrah tak ternilai... bercanda... bertengkar... berkasih sayang adalah butir intan permata yang menyilaukan jejak perjalanan kita...
kenapa persahabatan yang ingin kutawarkan...???
beberapa jejak perhubungan adalah sebuah kesakralan... orang tua dan anak, guru dan murid, teman dengan teman.. juga suami dan istri...semuanya adalah pertalian yang suci... namun tidak banyak kesakralan itu di rakit dengan indah, sebagian justru memupuknya dengan kerusakan. Fasad...Fasad...Fasad...!!!!
orang tua menterlantarkan perkembangan jiwa, didik, psikologis anaknya... anak pun bertingkah kurang ajar pd orang tuanya. Guru bertingkah layaknya preman dengan aksi pukul dalam metode pendidikannya... murid bertingkah semaunya, dan berlaku hura-hura. Teman satu dengan teman lainnya saling mencibir kekurangan dan kelemahan2. suami bertingkah arogan pada sang istri.. dan istri bertingkah tidak senonoh dalam prilakunya...
jangan kan kesakralan yang ada cuma bara dunia... sesak... Fasad.... Fasad.... Fasad.... !!!!
namun banyak pula yang mengemas kesakralan dengan bentuk yang sangat indah... seperti pertemanan satu dengan lainnya.. mereka saling berbagi, saling bercerita... menangis bersama mengerti apa mau ku dan maunya... mereka sangat kompak sekali... katanya :... "aku dan nya adalah satu".
begitulah selayaknya pd bentuk perhubungan yang lain. ortu bertanggung jawab pada posisinya.. mendengar dgn sabar keluh kesah buah hatinya.. mengarahkan tindak khilafnya. sang anak pun belajar mendengar dan mengerti maksud dan mau ortunya... krn mereka bukan hanya ortu dan anak... tapi mereka adalah sahabat.
guru dan anak didik pun saling menghormati... menjadi suri tauladan bagi didikannya. sang muridpun begitu membanggakan bagaimana gurunya... karena ketahuilah. seorang anak yang baru masuk sekolah akan lebih mendengar apa kata gurunya dibandingkan dengan bapak ibunya dirumah. dengan cadel biasanya dia kan bilang "kata ibu guyu begini... kata ibu guyu begitu"
Mengertilah !!!!.... sang ortupun mulai mendapatkan kesibukan baru. karena saat itu engkaulah idola dan juga sahabatnya.
sang suami merupakan suri tauladan sang istri... kalimatnya di turuti. kasih sayangnya, perhatiannya, tanggung jawabnya adalah jerih payah sang istri yang tak akan pernah di tagih ntuk mendapatkan smua itu pada sang suami. kehadirannya adalah keutuhan dari belahan jiwa yang lain. kebersamaan dengannya adalah keindahan tak terperi. kesalahannya di luruskan dengan sabar oleh sang suami... dan istri menurutinya dengan pengagungan pada suami.
karena kata nabi... " jika bukan karena menyembah Allah, sudah kuperintahkan sang istri menyembah suami " >>> (kurang lebih begitu, bila ada yang tau referensinya lebih detail or ada hal yang salah tolong koreksinya)<<<< namun smua itu terjadi bukan sekedar dia suami atau istri... karena mereka adalah sahabat yang saling berbagi dan trus coba ntuk saling mengerti.
so sahabat dan saudaraku seiman smuanya... sudahkah kau cita-citakan kemana perhubunganmu... jika hal itu tidak kau dapatkan dalam perhubunganmu terdahulu. mulai lah dr dirimu dan kmudian generasi mu. persahabatan bukan sekedar kemasan sederhana. efeknya adalah aplikasi kekuatan jiwa. dizaman sekarang apa lagi mendatang kita tidak bisa lepas dari kapitalisme dunia... latih dan kemaslah mental dr semula.
salam ukhuwah.... salam perjuangan...!!!!
by. AQASY
Aku mencintaimu... aku bersumpah setia padamu... aku ingin selalu bersamamu...
duhai... engkau yang selalu ada di hatiku. kuingin segera mewujudkan mimpiku.. memiliki seorang sahabat dalam sepanjang hidupku.
aku ingin menempatkan mu selalu dalam posisi sebagai sahabatku...
karena aku ingin mengisi kebersamaan dengan mu, dengan rasa senyaman mungkin... duka mu adalah duka ku... kebahagiaanmu adalah beribu syukurku... penantian mu adalah degub indah irama jantung ku... duhai sahabat hidupku... berkomunikasi dengan mu adalah anugrah tak ternilai... bercanda... bertengkar... berkasih sayang adalah butir intan permata yang menyilaukan jejak perjalanan kita...
kenapa persahabatan yang ingin kutawarkan...???
beberapa jejak perhubungan adalah sebuah kesakralan... orang tua dan anak, guru dan murid, teman dengan teman.. juga suami dan istri...semuanya adalah pertalian yang suci... namun tidak banyak kesakralan itu di rakit dengan indah, sebagian justru memupuknya dengan kerusakan. Fasad...Fasad...Fasad...!!!!
orang tua menterlantarkan perkembangan jiwa, didik, psikologis anaknya... anak pun bertingkah kurang ajar pd orang tuanya. Guru bertingkah layaknya preman dengan aksi pukul dalam metode pendidikannya... murid bertingkah semaunya, dan berlaku hura-hura. Teman satu dengan teman lainnya saling mencibir kekurangan dan kelemahan2. suami bertingkah arogan pada sang istri.. dan istri bertingkah tidak senonoh dalam prilakunya...
jangan kan kesakralan yang ada cuma bara dunia... sesak... Fasad.... Fasad.... Fasad.... !!!!
namun banyak pula yang mengemas kesakralan dengan bentuk yang sangat indah... seperti pertemanan satu dengan lainnya.. mereka saling berbagi, saling bercerita... menangis bersama mengerti apa mau ku dan maunya... mereka sangat kompak sekali... katanya :... "aku dan nya adalah satu".
begitulah selayaknya pd bentuk perhubungan yang lain. ortu bertanggung jawab pada posisinya.. mendengar dgn sabar keluh kesah buah hatinya.. mengarahkan tindak khilafnya. sang anak pun belajar mendengar dan mengerti maksud dan mau ortunya... krn mereka bukan hanya ortu dan anak... tapi mereka adalah sahabat.
guru dan anak didik pun saling menghormati... menjadi suri tauladan bagi didikannya. sang muridpun begitu membanggakan bagaimana gurunya... karena ketahuilah. seorang anak yang baru masuk sekolah akan lebih mendengar apa kata gurunya dibandingkan dengan bapak ibunya dirumah. dengan cadel biasanya dia kan bilang "kata ibu guyu begini... kata ibu guyu begitu"
Mengertilah !!!!.... sang ortupun mulai mendapatkan kesibukan baru. karena saat itu engkaulah idola dan juga sahabatnya.
sang suami merupakan suri tauladan sang istri... kalimatnya di turuti. kasih sayangnya, perhatiannya, tanggung jawabnya adalah jerih payah sang istri yang tak akan pernah di tagih ntuk mendapatkan smua itu pada sang suami. kehadirannya adalah keutuhan dari belahan jiwa yang lain. kebersamaan dengannya adalah keindahan tak terperi. kesalahannya di luruskan dengan sabar oleh sang suami... dan istri menurutinya dengan pengagungan pada suami.
karena kata nabi... " jika bukan karena menyembah Allah, sudah kuperintahkan sang istri menyembah suami " >>> (kurang lebih begitu, bila ada yang tau referensinya lebih detail or ada hal yang salah tolong koreksinya)<<<< namun smua itu terjadi bukan sekedar dia suami atau istri... karena mereka adalah sahabat yang saling berbagi dan trus coba ntuk saling mengerti.
so sahabat dan saudaraku seiman smuanya... sudahkah kau cita-citakan kemana perhubunganmu... jika hal itu tidak kau dapatkan dalam perhubunganmu terdahulu. mulai lah dr dirimu dan kmudian generasi mu. persahabatan bukan sekedar kemasan sederhana. efeknya adalah aplikasi kekuatan jiwa. dizaman sekarang apa lagi mendatang kita tidak bisa lepas dari kapitalisme dunia... latih dan kemaslah mental dr semula.
salam ukhuwah.... salam perjuangan...!!!!
by. AQASY




1 comments:
sujud = menyembah
atau
menyembah >< (tidak sama)dengan sujud ???
bukan kah menyembah juga termasuk pengagungan pd sesuatu, dan merendahkan diri pada sesuatu.
tinggal siapa kah sesuatu itu??? pantaskah mendapatkan sujud or penyembahan dr kita???:D
WAMAA KHOLAQTUL JINNA WAL INSA ILLA LIYA'BUDUUN....!!!
{Tidak lah aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali ntuk menyembahku)
Posting Komentar